Keberadaan air galon untuk minum melalui sebuah dispenser di Indonesia mulai menjadi tren sejak kira kira tahun 1995. Sebelum waktu itu, semua rumah tangga menggunakan air tanah atau air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dikelola oleh negara, yang direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.  Air yang dikelola oleh PDAM pada dasarnya menggunakan air sungai terdekat yang dikelola menjadi air minum menggunakan system filterisasi dan sering kali menggunakan tambahan kaporit untuk menjernihkan air.  Sering kali proses filterisasi tidak sempurna diperparah dengan pipa air yang lama tidak diganti dan sering kali berkarat sehingga harus direbus terlebih dahulu sebelum diminum. Sering kali rasanya aneh karena kandungan kaporit yang berlebihan.  Sedangkan air tanah didapat dari dalam tanah dengan mengebor tanah degan sekitar kedalaman 3-5 meter, tergantung dari lokasi air di dalam tanah.

Pengeboran air tanah bisa dilakukan di setiap rumah penduduk dan secara tradisional orang jaman dulu membuat sumur. Air didapat dengan cara menimba air dari atas sumur. Cara yang lebih modern adalah dengan menggunakan mesin pompa sumur (well pump). Problem dari air tanah terutama terjadi di kota kota besar, di mana jumlah penduduk banyak dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, ditambah lagi dengan adanya bangunan bangunan besar bertingkat. Karena faktor faktor itulah, air tanah menjadi susah didapat dan yang lebih parah lagi, di beberapa kota kota besar yang terletak di pinggir laut sudah terjadi intrusi tanah, yaitu masuk nya air laut ke dalam tanah akibat kekosongan air yang diakibatkan dari eksploitasi yang berlebihan., sehingga rasa air tanah menjadi asin. Dalam kasus seperti ini, tentu saja air akan berbahaya jika diminum bayi dan anak kecil, walaupun sudah direbus. Oleh sebab itu, sejak tahun 1995 metode mengelola air minum yang diambil dari mata air pegunungan dan dibersihkan dengan proses ozon (sinar ultraviolet) diperkenalkan dan menjadi trend dan sejak saat itu orang perlahan lahan mulai berhenti minum air tanah dan dari PDAM, walaupun sampai sekarang masih ada orang yang tinggal di daerah terpencil yang jarang penduduknya yang minum air tanah karena air di daerah sana masih bersih. Beberapa perusahaan elektronik juga mulai mengimpor dan membuat sendiri dispenser air untuk dikemas dalam gallon.